Kesombonganku
Tuesday October 10th 2006, 10:34 am
Filed under: Angkuh [1]

Berbait kata-kata terucap..

Jika cuma angan dan bayangan begitu mudah seperti membalikan telapak tangan, para Dewa tunduk.

Dilihat dari tatapan matanya, sepertinya aku dianggap sebagai malaikat, sedangkan tanduk iblisku tak terlihat tersembunyi pada hitamnya rambut.

“Bernafaslah kau wahai Bidadari, hirup…. hirup aroma itu. sebenarnya hatimu kelak tersiksa”

Manusia adalah insan yang berencana, sementara sang penguasa punya kehendak.

Aku yang masih berdiri dengan dadaku yang membusung sombong dan nafasku yang belum terhenti meyakinkan keangkuhan pada bidadari-bidadari serta dewi kayangan akan menjilat setiap jejak tapakku.

Aku tidak akan menampar pipimu, tapi hanya mencubit hatimu perlahan, sedikit, dan kau telanjang tanpa baju dari harga dirimu. Memohon, bersujud, dan kau tak tau api merah membara bertanduk yang kau hadapi. yang terlihat hanya lembutnya, sejuknya salju pada impian dihatimu terasa kau tenang sementara hatimu terkikis.

(Jeffry)



Waktu
Tuesday October 10th 2006, 9:55 am
Filed under: Untuk di ingat

Tak ada yang bisa menentang waktu.
ia akan terus berjalan tanpa berhenti bahkan menoleh kebelakang.
seiring berlalu langkahnya dengan hari, perubahanpun pasti terjadi.
Bumi ini sudah tua, ia telah bongkok dengan membawa beban para makhluk diatasnya, berat dan menyiksa.
dan pastinya kan berakhir.
semua yang terbaik, jagalah agar selalu mrnjadi yang terbaik.
1000 kebaikanmu kan percuma bila satu kesalahan terjadi dan menutup, mencoreng, yang membuat wajahmu beserta namamu ternoda.

(Jeffry)



Hariku kemarin
Tuesday October 10th 2006, 8:57 am
Filed under: My Diary

Apa yang pernah aku tulis sebelumnya…?
Sepertinya cuma kata-kata biasa seperti ayahku tulis diDiarynya yang sekarang bersampul debu dirak.
Aku ingin merangkai 1 (satu) halaman penuh kata-kata tentang cinta, atau indahnya saat hati sedang bahagia. Jadi pada saat hari-hari tertentu, kalimat-kalimat itu dapat berguna pada kartu-kartu ucapan. (ada yang mengetuk pintu) “sapa yach..?
Palingan orang sebelah fikirku, karna gerbangnya gak meringis NGEEEEECKK di sebabkan engselnya sudah berkarat.
Pengen corat-coret terus, Tapi………..
Kayaknya aku bukan orang yang romantis lagi..!
Pengen nulis kata-kata yang bermakna tentang Cinta, tapi sepertinya gimana yach..!?
Seakan aku liat kotoran manusia atau kotoran lainnya, aku jijik, nazis, basi…
Sebenernya pagi kemarin aku ngerasai sesuatu. yaitu penasaran. Ya penasaran!
Uda coba-coba otak-atik dengan sabar, dan penuh dengan keyakinan, tapi.. Rasanya pengen segera tau rahasia tentang kelemahannya, jadi aku dapat mengendalikan ia sesukaku seperti yang udah-udah.

Yakin sih bahwa AKU PASTI BISA ya aku pasti bisa, karna memang seperti itu yang aku rasa..

-Jeffry-



Bagai rumput & Bunga
Sunday September 17th 2006, 2:05 pm
Filed under: Untuk Hidup

Di balik sela rerumputan..
suara-suara panjang jerit-jerit gema-gema..
hijaunya berbingkai embun..
kaki-kaki besar menginjak-injak tak bermoral.
tangan-tangan panjang memetik satu kuntum.
klopak itu tlah layu..
wangian itu gak lg harum..
uda kering, kehitaman, mati…
dia haus..
dia haus…
dia haus…
telinga tuli dgn mata buta tak perduli…
buang yg mati…
yg mati hidup kembali bersama belantara…

(Jeffry)



iseng2 merenung
Tuesday June 27th 2006, 11:30 am
Filed under: Rilex Sesaat

Aku merasa ada yg aneh dengan dunia ini!!! entah mau kiamat, atau bumi telah tua lalu sudah umurnya untuk musnah!

seperti halnya manusia, terlahir dan mati. tapi jika bumi seperti itu, apa tempat kita untuk berpijak lagi, dan berlomba-lomba mencari kekayaan agar dapat menegakan langkah, mengangkat kepala, membusungkan dada..?

Aku berfikir, jika itu terjadi maka ikutlah kita didalamnya berakhir bersama.

Kesadaran adalah sesuatu hal yg berat, karna kejujuran ada didalamnya walau jujur itu hanya sedikit kata. terbiasa sudah berbohong, karna itu indah dgn rangkaian kata dan ekspresi yg penuh dengan keyakinan untuk meyakini.

selamat menikmati bualan kita. moga dunia ini masih lama mengundurkan diri dari tugasnya sebagai planet tempatnya mahluk menikmati hidup.

(Jeffry)



Hanya bayangmu
Wednesday February 08th 2006, 12:05 pm
Filed under: Mas***bations

Pernah aku bermimpi… Satukan raga di dalam nikmatnya kehangatan bersamamu.
Alam nyata memanggilku kembali dan aku tersadar dari semua kenikmatan hampa yang sangat aku benci jika aku tersadar dan kembali semula sendiri hampa.

Jika harus begini, aku bukan lagi kekasihmu karna aku telah berpaling dan mencinta juga bercinta tidak denganmu lagi, tapi bersama bayanganmu yang membuat aku bahagia.

Jika terus begini, tak ada artinya lagi hadirmu di hati. Rinduku telah memberikan aku yang selalu aku inginkan, dan selalu tau apa yang aku inginkan, aku bahkan dapat rubah ujutnya sesukaku. Mengapa? karna ujutmu tak tampak jelas dalam bayanganku, yang ada hanya bayang-bayang berilusi  bersarang di otakku dan memaksa hatiku untuk meletakkan namamu di tempat yang terhormat beserta sejarah cerita tentangmu.

Aku inginkan saat-saat nyata bersamamu dengan apa adanya kamu tidak hanya bayang-bayang yang akhirnya membuat aku kembali ke dalam mimpi.

(Jeffry)



Sampaikan wahai penguasa
Wednesday November 16th 2005, 3:56 pm
Filed under: Pesan lewat angin

Salam ku pada kabut asap borneo yang menyesakkan dadaku tapi saat ini aku rindu bayang-bayangnya yang juga menutup pandanganku, dan menutupiku dalam kabutnya.

Yang mendinginkan aku saat pagi dan membuat saat itu semakin sempurna dalam selimut cinta yang menghangatkanku.

Rinduku semakin mendalam saat aku melihat bayang-bayang cinta yang sesekali muncul pada nafasku yang sesekali aku bentukan lingkaran pada asap rokok yang ku hisap dan ku hembuskan.

rinduku menyiksaku ingin membawaku kembali meneguk air mentaya yang merah dan berenang pada lautan, menari di atas pasir putih sungai bakau, dan mengenalkan aku pada kawanan seluang yang selalu akrab di dalam air.

(jeffry)



Untuk Benua yang lalu
Wednesday November 16th 2005, 3:42 pm
Filed under: sweeet memory

Hadir dalam ragaku, meresap bagai air disela-sela tembok kering yang akhirnya lembab.

Berjalan beriringan, saling bertatap dan memberi kehangatan, terus tanpa henti sampai garis tlah putus memisahkan antara jalanku dan jalanmu.

Cerita yang ku baca membuat mataku meneteskan setitik air.

Perasaanku terasa pilu, juga hatiku begitu sangat terasa tersentuh.

Pada tetesannya, aku tersenyum sedikit mengangkat dagu.

Melihat alisku yang tak beraturan, lepek dari air yang membasahinya.

Kakiku bergetar dingin di musim panas, sementara tanganku ingin memeluk.

Air apa yang membasahi alisku, sedangkan tetesan air mata jatuh di pipi.

Hujanpun belum turun juga walau mendung telah menutup seluruh bumi.

Mengapa aku ?

Aku adalah masalalu, yang menjadi mahluk gaib di benakmu.

Aku adalah embun, di antara derasnya hujan.

Aku selalu berharap menjadi sebatang lilin dalam kegelapan.

Mencoba menjadi yang terbaik yang pernah kau miliki.

Menjadi payung saat kau hendak berjalan

Dan aku takan bisa menjadi kembang api yang cerah untuk dirimu.

Hapuslah tulisan riwayat ini wahai malaikat, hilangkan ingatan itu dari benaknya.

jadikanlah aku mimpi terindahnya, saat kenyataan tak mampu membawa cinta pada harapan.

anggap semua tak pernah ada dalam cerita..biar aku tutup buku ini dengan nafasku.

Benua yang lalu bukan menjadi kampung halamanku, tapi aku kan tetap mengingatnya dan pernah menjadikan benua itu sebagai surgaku. (jeffry)

To:

yang terkasih



Sesuatu
Saturday October 15th 2005, 8:46 am
Filed under: Say from Heart

Malam akan aku karungkan dalam hati untuk aku ambil keindahan dan kesejukannya. Agar saat kau aku dapatkan di gurun dalam kehausan dan rintihan hausmu, di saat panasnya tak mengampunimu, aku dapat menyejukanmu dan memberikan setetes demi setetes embunku sebagai pelepas dahaga. Mungkin hanya tetesan embun, dan juga mungkin hanya kesejukan saja, tapi aku yakin kaukan rasakan betapa indahnya saat itu dan itu aku namakan surgaku. Aku bukanlah mahluk yang sempurna semua yang dapat aku ciptakan atas kehendaknya, dan pastinya semua yang dapat aku berikan pasti sebatas kemampuanku, karna sesungguhnya kesempurnaan itu milik sang kuasa! Mungkin suatu saat nanti kau akan mengerti apa yang aku maksud, dan pada saat kau tlah mengerti akupun tlah menjadi kenangan sebagai guru pada hidup sesaat di atas dunia!

Salam

(Jeffry)



Ketika
Wednesday September 21st 2005, 8:07 am
Filed under: to anakku kelak

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku……
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat
sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah
bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus
pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah
beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk
membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,
jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap
"mengapa" darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu
untuk mengingat.

Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
di samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu
mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini,
sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh
rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga
untukmu.

Salam sayang,

Ibu dan Bapakmu

(someone)